Google Search

Custom Search
Showing posts with label Kaskus Army. Show all posts
Showing posts with label Kaskus Army. Show all posts

Wednesday, April 10, 2013

Aceh, Ambalat dan Armada Indonesia

sejarah aceh, ambalat dan maritim armada indonesia


Ketika Aceh dilanda bencana, jalur utama transportasi darat terputus. Sementara jalur laut terbuka dengan luas, tetapi tidak mampu kita manfaatkan secara optimal. Di lain pihak, Amerika Serikat, dengan cepatnya mengirimkan kapal Induknya untuk mengangkut helikopter-helikopter pengirim barang bantuan dan juga rumah sakit terapungnya untuk membantu pengobatan para korban. 


Demikian juga dengan kasus Ambalat, setelah Malaysia melakukan tindak klaim, barulah kita bertindak. Tidak tertutup kemungkinan bahwa area perbatasan lainnya sedang menjadi incaran negara-negara tetangga lainnya karena kurangnya bau Indonesia disana dan kurangnya bekas lintasan armada maritim Indonesia. 

Dengan wilayah lautnya yang luas, pemerintah hendaknya lebih memperhatikan kekuatan armada lautnya. Bukan untuk menyerang, tapi hanya sekedar untuk mempertahankan wilayah dan meningkatkan kewibawaan sebagai negara yang berdaulat. Kondisi armada maritim saat ini, masih sangat jauh untuk bisa dikatakan sebagai armada pertahanan. Menurut Kepala Staf TNI AL Laksamana Bernard Kent Sondakh, dengan jumlah 114 armada yang aktif, dan umur yang rata-rata lebih dari 20 tahun masih kurang mencukupi untuk kebutuhan minimal 138 kapal. (Kompas, 23 Januari 2004). 

Keputusan pemerintah untuk menambah armada dengan membeli kapal perang jenis korvet dari Belanda dan Landing Platform Dock (LPD) dari Korea patut dikritisi lebih lanjut. Kalau pemerintah melandaskan pembelian ini sebagai langkah sementara untuk menghadapi kondisi terakhir yang mendesak, maka bisa jadi, ini adalah langkah yang benar. Tetapi, kalau langkah ini ternyata awal dari serangkaian pembelian jangka panjang lainnya, maka jelas, langkah ini tidak mempunyai visi membangun kekuatan maritim yang mandiri secara menyeluruh. 

Semangat Bambu Runcing dan Kaizen

Melawan pasukan penjajah dalam perang kemerdekaan, rakyat Indonesia bersatu padu untuk mengusir penjajah. Keterbatasan dalam segala kemampuan karena terjajah selama ratusan tahun, tidak pernah menyurutkan semangat para pahlawan. Dalam kondisi itulah, justru keberanian bangkit untuk menerjang semakin memuncak dengan menggunakan senjata sederhana, hingga hanya sekedar bambu runcing. 

Semangat yang serupa ini juga dimiliki oleh Armada Perang Jepang pada perang dunia kedua, yakni semangat Kaizen. Untuk bisa membangkitkan kekuatan maritim yang besar dan kuat, tentunya dibutuhkan dana raksasa dan waktu yang sangat lama. Tetapi jepang mengambil jalan singkat dengan merevisi puluhan kapal penumpangnya menjadi kapal-kapal induk yang sangat ditakuti oleh musuh-musuhnya. Dan usahanya berhasil, hingga menjelang perang dunia kedua, armada maritim Jepang menjadi yang terkuat ketiga didunia setelah Inggris dan Amerika. 

Kedua semangat ini mempunyai landasan berfikir yang sama, yaitu visi ekonomis dan visi kemandirian. Kalau pada semangat bambu runcing, dilatar belakangi oleh kondisi teknologi dan ekonomi yang hampir tidak ada sama sekali, tetapi mampu menghasilkan rasa percaya diri yang kuat untuk merobek bendera penjajah. Maka pada kondisi yang kedua, dimana Jepang berada pada posisi pemilik teknologi menengah, tetapi mampu menghasilkan kekuatan maritim yang terkuat dan meningkatnya rasa percaya diri terhadap teknologi rancang bangun kapal di dalam jepang sendiri. 

Armada Maritim Indonesia

Belajar dari semangat inilah, hendaknya pemerintah Indonesia, berani mengambil langkah "bambu runcing" untuk mengatasi kekurangan armada maritim sekaligus meningkatkan kemandirian dalam kemaritiman. Bukan hanya dengan pembelian kapal-kapal perang baru maupun bekas dari luar negeri, yang hanya mempunyai visi ekonomis tetapi miskin dengan visi kemandirian. 

Sebagai contoh adalah memanfaatkan kapal-kapal niaga yang harga belinya jauh lebih murah. Beberapa kapal Ferry yang masih layak, tetapi ketika nilai operasional-ekonomisnya menurun akan dijual dengan murah oleh pemiliknya. Dengan kemampuan yang dimiliki oleh PT.PAL dan galangan kapal yang lainnya, penulis yakin, akan mampu mengkonversi kapal-kapal ferry itu menjadi kapal-kapal rumah sakit AL yang mempunyai kemampuan mobilitas tinggi dalam menangani berbagai kondisi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk dalam bencana-bencana alam seperti di Aceh. 

Sebagaimana juga kapal rumah sakit Angkatan Laut Amerika "SNS Mercy" adalah konversi dari kapal tanker minyak. Tetapi konversi kapal tanker ke kapal rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit dikarenakan konstruksi kapal tanker yang sangat berbeda dengan kapal rumah sakit. Sementara kapal Ferry, mempunyai bentuk konstruksi yang lebih mudah dikonversi dengan biaya rendah. Selain itu juga, pada bagian deck mobil, akan bisa dimanfaatkan untuk mengangkut mobil ambulans atau truk tentara guna keperluan pertolongan langsung di lapangan. 

Demikian juga dengan kebutuhan Landing Platform Dock atau yang lebih mewah lagi kapal Induk. Dengan konstruksi upperdeck-nya yang relatif lebih sederhana dibanding dengan kapal niaga lainnya, kapal container lebih mudah untuk diubah menjadi kapal induk dengan mengganti brigde dan posisi funnel lebih kesamping. Selain itu juga, kapal container ini rata-rata mempunyai kecepatan antara 20 knot hingga 30 knot, kecepatan yang diperlukan oleh sebuah kapal Induk. Atau kalau hanya sekedar untuk mengangkut helikopter serbu, tanpa perlu lebih banyak lagi perombakan. Kapal container pada umumnya tidak mempunyai sekat (bulkhead) dalam cargo tanknya, sehingga akan mudah diubah menjadi kapal pengangkut tank pendarat/amfibi. Dan masih banyak lagi kapal-kapal jenis lain yang masih bisa diubah fungsi dan strukturnya. 

Langkah-langkah ini jelas mempunyai nilai ekonomis yang lebih unggul dibandingkan dengan pembelian kapal perang sejenis dari negara lain. Selain itu, langkah ini akan memberikan motivasi kepada galangan kapal dalam negeri untuk memeras otak dan meningkatkan keahlian yang tidak bisa didapatkan hanya dari teori-teori di buku. Dan pada akhirnya nanti, akan menjadikan galangan kapal dalam negeri mampu merancang dari awal berbagai jenis kapal perang yang dibutuhkan Indonesia, lebih banyak dari yang telah diproduksi pada saat ini. 

Tetapi langkah-langkah ini juga bukan berarti langkah ringan sebagaimana langkah membeli kapal perang. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerjasama 3 elemen utama terkait, yaitu: Militer, Industri dan Research. Militer diwakili oleh TNI AL sebagai pemegang wewenang pengatur dan pelaksana pertahanan laut, Industri diwakili oleh PT.PAL Indonesia, yang mempunyai fasilitas galangan terbesar di Indonesia dan PT.PINDAD sebagai industri senjata, dan Research diwakili oleh BPPT dan beberapa Universitas. Tinggal sekarang, mampukah pemerintahan presiden Yudoyono menyatukan ketiga elemen ini untuk bekerja sama dalam satu misi dan visi demi kemandirian maritim Indonesia. Karena bagaimanapun juga, kekuatan maritim suatu negara, bukan saja ditentukan oleh jumlah armada yang dimilikinya. Tetapi hanya akan mampu dibangun dari industri maritim yang mandiri dan kokoh. 

Monday, February 28, 2011

Proses Pembuatan Senapan M16

M16 Riffle atau Rifle atau senapan kaliber 5,56 mm, M16 merupakan sebutan militer Amerika Serikat untuk senjata 15 AR. Colt membeli hak atas-AR 15 dari ArmaLite dan saat ini menggunakan sebutan hanya untuk versi semi-otomatis dari senapan M16 Riffle. M16 Riffle dapat menghasilkan efek shock hidrostatik yaitu efek ketika dampak peluru pada kecepatan tinggi terkena dalam jaringan tubuh sehingga menyebabkan fragmentasi dan kecepatan transfer energi
Quote:

Sejarah M16 Riffle
M16 Riffle digunakan untuk perang hutan di Vietnam Selatan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1963, dan menjadi senjata standar Amerika Serikat dan menggantikan senapan M14 saat Perang Vietnam pada tahun 1969.
Tentara AS menggunakan senjata M14 pada saat di Conus , Eropa , dan Korea Selatan hingga tahun 1970. Namun saatejak Perang Vietnam, senjata Riffle M16 telah menjadi senjata utama infanteri senapan dari militer AS. Dengan variannya, telah digunakan oleh 15 negara NATO. M16 Riffle sekarang diganti dengan karabin M4 series pada tahun 2010.

Quote:
Foto Pabrik Pembuatan M16 Riffle


Spoiler for 1:
jam tangan tentara , ak 47 terbaru, cara pembuatan senjata api , perang vetnam , perang vitnam , snapan gas , senjata aka 47 , senjata serbu indonesia ,  senjata perang indonesia terbaru , cara membuat senjata ak 47 , perang viatnam , perang pietnam , kaliber 5 5 mm , teleskop senjata , jual jam militer , proses pembuatan senjata api , perang veitnam , senapan 5 5 mm, foto senapan api , senapan kaliber 5 5 mm , ar 15 m16 , garand m-1 , kaliber 4 5 mm , peperangan vietnam
Add caption


M16 (Senapan lebih formal, Kaliber 5,56 mm, M16) adalah sebutan militer Amerika Serikat untuk AR-15 senapan. Colt membeli hak untuk AR-15 dari ArmaLite dan saat ini menggunakan bahwa penunjukan hanya untuk semi-otomatis versi senapan. M16 senapan yang menembakkan peluru 5.56x45mm dan dapat menghasilkan melukai dan hidrostatik besar efek kejutan ketika peluru dampak pada kecepatan tinggi dan patek dalam jaringan menyebabkan fragmentasi dan kecepatan transfer energi. [3] [4] [5] Namun, efek terminal dapat menjadi tidak mengesankan ketika peluru gagal yaw atau fragmen dalam jaringan.

The M16 masuk layanan Angkatan Darat Amerika Serikat sebagai M16A1 dan dikerahkan untuk perang hutan di Vietnam Selatan pada tahun 1963, [6] menjadi senapan standar Amerika Serikat dalam Perang Vietnam dengan 1969; [7] menggantikan senapan M14 dalam peran tersebut. Angkatan Darat Amerika Serikat mempertahankan M14 di Conus, Eropa, dan Korea Selatan sampai 1970. Sejak Perang Vietnam, keluarga senapan M16 telah menjadi senapan infanteri utama dari militer AS. Dengan varian, telah digunakan oleh

15 negara NATO, dan senjata api yang paling diproduksi dalam kaliber.


Spoiler for 2:


M16 adalah senapan serbu buatan Amerika Serikat. M16 menggunakan peluru 5.56 x 45 mm NATO. Senapan ini digunakan sebagai senapan serbu utama yang di pakai infanteri Amerika Serikat sejak 1967. M16 juga dipakai oleh 15 negara NATO lainnya, dan merupakan senapan berkaliber 5.56 mm yang paling banyak diproduksi.

Spoiler for 3:

M16 adalah senapan serbu yang ringan, berkaliber 5.56 mm, air-cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan magazen, dan menggunakan bolt berputar. M16 dibuat dari besi, alumunium, dan plastik komposit.

Ada empat versi utama dari M16. Yang pertama adalah M16, yang diikuti oleh M16A1, yang menggunakan peluru U.S. M193/M196. M16 ini bisa ditembakan pada pilihan semi-otomatis maupun full-otomatis. Yang kedua adalah M16A2, yang mulai dipakai sekitar tahun 1980. M16A2 menggunakan peluru M855/M856 yang didesain Belgia (dan kemudian dijadikan standar NATO 5.56 x 45 mm). M16A2 bisa menembak semi-otomatis dan burst tiga butir. Yang terakhir adalah M16A4, yang menjadi standar untuk Marinir AS pada Operasi Pembebasan Irak, menggantikan M16A2

Spoiler for 4:


Spoiler for 5:


Spoiler for 6:


Spoiler for 7:


Spoiler for 8:


Spoiler for 9:


Spoiler for 10:


Spoiler for 11:


Pada tahun 1954 perusahaan senjata Eugene Stoner, ArmaLite, ikut dalam tender pemilihan senapan penganti M1 Garand. Senapan yang mereka buat adalah senapan AR-10. AR-10 termasuk canggih kalau dibandingkan dengan senapan lain yang dites. Dengan berat 900 gram lebih ringan dari yang lain, akurasinya juga tidak kalah. Tetapi, senapan ini telat dikirim untuk pengetesan pada tahun 1956, pada saat itu, pengetesan senapan lain sudah masuk pada tahun ke-2, dan AR-10 adalah senapan baru diantara senapan-senapan yang sudah dikembangkan secara lebih dalam. Dan pada tahun 1957 dalam penegetesan, laras prototip AR-10 pecah, yang langsung mengakibatkan ditolaknya rancangan AR-10 ini. Pada akhirnya senapan yang diterima adalah rancangan T44, yang diberi nama M14. Walau begitu, ArmaLite nantinya akan mengembangkan senapan baru yang dibuat berdasarkan senapan AR-10 ini.
Quote:

Adopsi M16
Spoiler for 12:

Senapan M16A1


Spoiler for 13:

M16A2 dengan pelontar granat M203


Pada November 1964, AD Amerika Serikat memesan 85.000 AR-15 yang dimodifikasi, dan diberi nama XM16E1, untuk percobaan. AU Amerika Serikat juga memesan 19.000 yang tidak dimodifikasi, diberi nama M16. Dan setahun kemudian AU secara resmi menerima M16 pertama.

Setelah itu AD Amerika Serikat mulai mempersenjatai infanteri dengan senapan XM16E1 (diberi nama M16), tapi senapan-senapan ini diberikan tanpa peralatan pembersihan yang memadai. Selain itu, AD Amerika Serikat juga gagal memproduksi peluru 5.56 mm yang sesuai spesifikasi pabrik, ditambah dengan dirubahnya komposisi bubuk mesiu yang digunakan. Amunisi 5.56 mm baru ini ternyata merusak isi senapan, dan karakteristik pembakarannya meningkatkan kemungkinan kemacetan M16.

Pada tahun 1966, XM16E1 sampai ke tangan tentara Amerika Serikat di Vietnam, dan mulailah muncul laporan-laporan tentang kerusakan dan kemacetan senapan M16. Walau M14 sudah memiliki laras dan kamar peluru yang dilapisi chrome, M16/XM16E1 tidak. Dengan adanya laporan-laporan tentang tentara yang mati karena kemacetan senjata, dimulailah investigasi oleh Konggres, yang hasilnya mempertanyakan kemampuan senapan dan peluru 5.56 mm.

Atas dasar investigasi itu, XM16E1 lalu dimodifikasi menjadi M16A1, yang sudah diberi lapisan chrome, dan disesuaikan dengan amunisi keluaran Angkatan Darat. Selain itu senapan-senapan baru ini juga sudah perangkat pembersihan. Angkatan Darat memesan 840.000 senapan baru ini pada tanggal 28 Februari 1967. Program pelatihan intensif juga dilakukan untuk melatih pembersihan senapan, dan sebuah buku manual berbentuk komik disebarkan ke para tentara.

Quote:

Desain
Spoiler for 14:


Receiver M16 terbuat dari alumunium. Laras, bolt, dan bolt carriernya terbuat dari besi. Popor dan pegangannya terbuat dari plastik. Model-model awal M16 termasuk ringan, dengan berat 2,9 kg, ini jauh lebih ringan daripada senapan-senapan tahun 1950-an dan 1960-an. Dan juga lebih ringan dari AK-47 yang beratnya sekitar 5 kg. M16A2 dan varian-varian yang lebih baru beratnya bertambah, yaitu menjadi 3,9 kg.

Model-model terbaru (M16A4) memiliki desain receiver atas 'flat-top', dilengkapi dengan Picatinny mounting rail, yang membuat pemakai bisa memasang alat bidik biasa, maupun alat bidik optik seperti teleskop dan night vision.

Tuesday, April 20, 2010

A Bit Bout Sniper

SEREM SEREM GAN!!! sejarah sniper

Barrett XM500 long range sniper rifle (USA)
senjata sniper
Barrett "Light Fifty" M82A1 M82A2 M82A3 (USA)

M-93 Black Arrow / Crna Strela .50 caliber sniper rifle (Yugoslavia)

Saturday, April 17, 2010

Dirgahayu KOPASSUS (16 April 1952-2010)

Dirgahayu KOPASSUS (16 April 1952-2010)


brimob, kopasus, marinir, gultor, denjaka, linud, eurico guterres, tontaipur, komandan, kostrad, gegana, paskhas, kodam, mayjen, jendral, siliwangi, pasukan, yonif, prajurit, jenderal, parako, markas, panglima, militer, trikora, special air service, special forces, tni au, operasi, darurat, army special forces, tembak, special operations, serbu, tentara, seroja, yudha, senjata, polri, kolonel, commando, siregar, katak

Quote:
Pataka KOPASSUS adalah 'Tribuana Chandraca Satya Dharma', yang memadukan unsur Komando (gambar pisau komando), unsur laut atau air (digambar dalam bentuk jangkar) dan udara (gambar sepasang sayap) yang dibingkai oleh tali komando.
Quote:
SEJARAH SINGKAT KOPASSUS
Sejak Pengakuan Kedaulatan RI oleh Belanda tgl 27 Desember 1949 dan beberapa Pemberontakan di wilayah Indonesia, Indonesia memerlukan sebuah Satuan Pemukul Fleksibel yang cepat dan tepat dalam menghadapi sasaran dan medan yang berat. Saat itulah
Letkol Slamet Riyadi
brimob, kopasus, marinir, gultor, denjaka, linud, eurico guterres, tontaipur, komandan, kostrad, gegana, paskhas, kodam, mayjen, jendral, siliwangi, pasukan, yonif, prajurit, jenderal, parako, markas, panglima, militer, trikora, special air service, special forces, tni au, operasi, darurat, army special forces, tembak, special operations, serbu, tentara, seroja, yudha, senjata, polri, kolonel, commando, siregar, katak
dan kemudian
Kolonel A.E. Kawilarang
brimob, kopasus, marinir, gultor, denjaka, linud, eurico guterres, tontaipur, komandan, kostrad, gegana, paskhas, kodam, mayjen, jendral, siliwangi, pasukan, yonif, prajurit, jenderal, parako, markas, panglima, militer, trikora, special air service, special forces, tni au, operasi, darurat, army special forces, tembak, special operations, serbu, tentara, seroja, yudha, senjata, polri, kolonel, commando, siregar, katak
sebagai Pejabat Panglima Tentara dan Teritorium-III/SLW menjadi pelopor pembentukan satuan ini.

Thursday, April 15, 2010

3 Militer Terhebat di Dunia [2009]

Banyak orang bilang Kopassus Top 5 dunia,tapi kenapa disini beda jauh ?
disini bukan 1 macam unit saja,tapi seluruh AU,AL,AD maka beda....
baca dulu baik baik,OK gan ???
militer amerika serikat



No.3
Spoiler for :

militer rusia
Russia

Russia adalah negara terluas didunia,juga negara
yang jumlah senjata daratanya terbanyak didunia,
yaitu sejumlah 79,985. 22.800 adalah Tank,
sementara Indonesia hanya punya 425 Tank dan total
2,122 senjata di daratan,Russia memiliki total sebanyak
526 Mesin Perang Angkatan Laut,dan memiliki 3,888
angkatan udara,dan Russia memiliki sekitar 1,2 Juta Personil Militer
Russia merupakan pemroduksi senjata terbesar ke-2 di dunia
setelah Amerika.Dan selama sejarah militer Russia/Uni Soviet
,Russia cuma pernah kalah dalam hanya 3 perang,yaitu perang Chechnya.
1905 lawan Jepang,dan Invasi Afghanistan
russian army

Thursday, April 8, 2010

Sejarah Militer Amerika Serikat dan Uni Soviet

Siapa yang tidak kenal Amerika dan Uni Soviet(sekarang Russia) ?
yang terkenal kehebatan militernya,terutama Amerika,
apa rahasia mereka bisa membuat senjata hebat ?
darimana asal mula semua itu ?
nah lu akan segera tau gan......

KOPASSUS - Komando Pasukan Khusus A.D

pasukan pendarat kopassussejarah kopassus, penjelasan grup 4 kopassus, Pasukan Pendaratsejarah tentara nasional indonesia

Dibawah ini saya mencoba untuk sedikit menyampaikan beberapa hal mengenai tentara kebanggaan TNI AD / ABRI yang bernama kopassus. Saya berusaha menjauhi informasi formal yang sudah sering kita baca di koran-koran, apa yang ada ini lebih berupa “inside Kopassus”

Motto : BERANI — BENAR — BERHASIL

Kilasan Sejarah Kopassus dibentuk oleh Kolonel E Kawilarang yang waktu menjabat Sebagai Panglima TT III / Tentara Teritorium siliwangi. Ia memanggil seorang bekas tentara KNIL yang memilih menjadi WNI, ketika terjadi perang DI/TII,namanya Mayor Ijon Jambi (orang Belanda, Nama aslinya RB Visser).